Kamis, 10 Maret 2011

Superman Is Dead: Indonesia Permata Buram


BALI - Inilah Superman is Dead. Band dari Bali yang membawa Indonesia memasuki anak tangga lagu Billboard dalam kategori ”Uncharted”. Dengan jumlah pendengar di internet lebih dari 1,7 juta orang, SID menduduki peringkat ke-23 dari 50 band terpopuler di dunia.
Band yang diawaki Jerinx (33, I Gede Ari Astina, drum), Eka Rock (35, I Made Eka Arsana, bas), serta Bobby Kool (33, I Made Putra Budi Sartika, vokal dan gitar) terus bergerak dan semakin eksisnya di dunia musik. Tidak melulu di dalam negeri, tetapi juga di mancanegara, dari Australia, Singapura, dan Amerika Serikat. Misinya: melakukan perlawanan terhadap sistem yang bobrok.
Apakah SID akan tetap konsisten dengan memainkan punk rock atau suatu hari nanti akan menyesuaikan diri dengan pasar?
(Teddy Hutabarat, xxxx@yahoo.comThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )
Bagi SID, punk rock adalah gagasan untuk mengubah sesuatu menjadi ideal dengan apa yang kita percaya. Musik SID bisa saja berubah, tetapi selama perubahan itu tidak menumpulkan perjuangan gagasan yang kita percaya, sah-sah saja jika ada sedikit perubahan.
Kenapa pakai nama ”Superman is Dead”?
(Sugeng Riyadi, xxxx@yahoo.co.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )
Kami memilih nama SID karena musik kami memiliki pesan yang sangat jarang diangkat oleh band-band Indonesia. Dipilih bernama SID karena kami tidak percaya akan konsep manusia sempurna. Semua manusia pasti memiliki sisi gelap dan terang, serta obsesi menjadi manusia sempurna. Contohnya di Indonesia, mereka yang mengklaim diri paling benar/sempurna malah lebih sering menindas yang lemah dan yang tak sepemikiran.
Bli, kalau tidak manggung ada pekerjaan sampingan, ya?
(I Gusti Bagus Raka DY, Bandung)
Selain bermusik, personel SID memiliki bidang usaha sendiri- sendiri. Bobby adalah seorang graphic designer sekaligus owner brand Electrohell. Selain itu, dia juga memiliki studio rekaman Electrohell. Eka adalah seorang pakar IT, pemilik warnet V8 yang juga menyelami fotografi dan bisnis makelar. Saya sendiri, selain penulis, memiliki Twice Bar/Diner/Tattoo, penyewaan papan surfing dan Rumble Clothing.
Bagaimana cara SID membuktikan kepada publik bahwa band yang sehari-sehari berada di Bali (jauh dari Jakarta) bisa bersaing sehat dan sukses seperti band- band yang ada di sekitar media?
(VJ Ianz, xxxx@yahoo.co.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )
Satu-satunya cara ya dengan menunjukkan prestasi dan hal- hal positif. Kami percaya di era internet seperti ini, jarak
bukanlah masalah besar jika kamu sudah memiliki reputasi yang dibangun atas dasar integritas dan kerja keras, bukan atas dasar popularitas jalan pintas semata.
Menurut SID pribadi pencapaian terbesar SID sepanjang karier yang tak terlupakan?
(Virtuoso, xxxx@yahoo.comThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )
Yang tidak bisa kami lupakan adalah ketika mengikuti Vans Warped
Tour keliling Amerika Serikat tahun 2009. Selama sebulan kita manggung
di 16 kota di sana. Bermain satu arena dengan band-band seperti
Bad Religion, Anti Flag, dan NOFX adalah mimpi besar yang menjadi
kenyataan. Walaupun tidak semua berjalan mulus dan sempurna,
hal-hal yang kami dapat selama tur tidaklah tergantikan oleh
apa pun juga.
Kalau ulah fans paling gila ada banyak macamnya:
dari yang nekat kabur dari rumahnya di Jawa untuk mencari kami di
Bali; seorang ibu menelepon SID saat dia sedang dalam proses
melahirkan, sampai yang menato tubuhnya dengan gambar SID.
Ketika seluruh dunia sudah mengenal kalian, perlawanan seperti apa yang ingin kalian lakukan?
(Yendra Apriyanto, xxxx@yahoo.co.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )
Perlawanan terhadap generalisasi. Apa pun yang bersifat
generalisasi, terutama yang negatif, kami akan selalu mencoba
tampil sebagai tandingannya.
Berdasarkan rumor yang berkembang, Jerinx bersama band keduanya, yaitu DevilDice, akan merilis album tahun ini. Apakah ada rasa khawatir?
(Annisya Primawindy, Ciputat, Tangerang)
Eka Rock: Kami tahu mengapa kami di Superman Is Dead sampai sejauh
ini. Mengenai JRX dengan Devildice-nya, bukan merupakan kekhawatiran, saya percaya JRX bisa memikirkan skala prioritasnya, dari sejak berdiri pun saya support Devildice, bahkan pernah mewakili mereka sebagai manajernya.
Bobby Kool: Tidak sama sekali karena kita tidak pernah membatasi atau
mengekang salah satu personel SID untuk berekspresi, apalagi membuat sesuatu yang bersifat seni. Kita tahu mana yang ditotalitaskan dan mana yang segmentaris.
Apa masalah terbesar
yang dihadapi bangsa ini?
(Alfonsus Delly Johannes, Jogja)
Kemiskinan masih menjadi penghalang kemajuan. Kemiskinan menjauhkan masyarakat dari pendidikan dan kesehatan yang layak. Kemiskinan dan kurangnya
pendidikan adalah satu faktor maraknya aksi kekerasan, berbau SARA maupun tidak.
Belum lagi budaya korupsi yang
menambah lambat laju bangsa ini menuju sejahtera. Solusinya cuma satu, pemerintah dan rakyat harus belajar mengutamakan kepentingan negara dan—ini yang paling susah—meminggirkan terlebih dahulu kepentingan golongannya.
Biasanya SID dapat inspirasi dari mana kalau ciptain lagu?
(Elsa Suryacitra, xxxx@ymail.comThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )
Dari semesta dan berbagai peristiwa besar dan kecil, baik yang terlihat maupun tidak, yang terjadi di dalamnya.
Menurut kalian arti kebebasan itu apa?
(Refly Fadly, xxx@gmail.comThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )
Kebebasan yang ideal bagi kami adalah kebebasan yang bertanggung
jawab dan tidak menginjak hak hidup manusia lain.
Siapakah orang yang ingin kalian ajak makan malam, entah dia hidup atau mati. Akan menyajikan apakah? Apa yang kalian pikirkan tentang Indonesia?
(Anugrah TR, xx@gmail.comThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )
Sudah pasti almarhum Gus Dur. Kami akan sajikan beliau masakan khas Bali karena kami yakin beliau pasti menyukai masakan cutting-edge, ha-ha.
Analoginya: Indonesia itu bagaikan permata buram yang belum digosok karena si pemilik permata masih belum memiliki alat yang tepat untuk menggosok dan menjadikannya berkilau. Untuk sementara, permata itu digosok memakai alat ’pinjaman’ yang berlumur darah dan sarat kepentingan golongan.
Kenapa semakin lama, lagu-lagu SID mulai ”mengikuti arus”? Apa idealisme punk rock ala SID sudah mulai luntur? ”Lady Rose”, ”Saint of My Life” apa itu punk rock?
(Rizki Hamdani, @myself.com)
Yup, anda mesti lebih banyak lagi belajar literatur-literatur punk rock. Band punk rock itu bukan cuma Sex Pistols, The Exploited dan semacamnya. Punk rock bukan tentang kulit luar dan makian. Perluas wawasan, baru deh kita bicara esensi.
Kenapa SID selalu menyuarakan lagu-lagu
perdamaian?
(Robi Outsiders, Cipanas)
Di Indonesia, menyuarakan perdamaian secara frontal itu butuh nyali karena masih ada banyak kekuatan yang sengaja menebar kebencian dan perang demi kepentingan kelompoknya. Kami memilih tema-tema seperti itu karena melihat perdamaian dan kemerdekaan sesungguhnya belum terwujud di negara ini. Rakyat hidup dalam ketakutan.
Apakah seorang punk boleh berbicara tentang politik?
(Niluh Komang Intan, xxxx@yahoo.comThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )
Siapa saja boleh berbicara politik. Tapi semua juga ada ruang dan waktunya. Kalau dari sudut pandang SID, politik di Indonesia sama seperti negara-negara berkembang lainnya, masih belum satu suara. Terlihat dari kepentingan kelompok yang lebih dominan ketimbang kepentingan bangsa.
Jika SID duet dengan Rhoma Irama mau tidak?
(Yan Rinaldy, xx@yahoo.comThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )
Sayangnya apa yang dulu dia lakukan terhadap Inul membuat kami kehilangan respek dan tidak tertarik berduet dengannya :)
Musik apa yang mengisi rumah kalian sewaktu kecil?
(Laras Wiyardhani, xxxx@yahoo.comThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )
JRX: Yang pasti gamelan-gamelan Bali. Ha-ha. O ya, dulu ayah saya memiliki usaha toko kaset, jadi saya sering diputarkan musik apa saja yang populer saat itu. Biasalah, pedagang....
Eka Rock: Dari kecil saya diracuni oleh musik classic rock, macam Deep Purple, Led Zeppelin, Gary Moore, dan sebagainya. Karena di sebelah rumah saya tempat latihan kakak-kakak dan tetangga saya yang memainkan jenis musik itu pada era 1980-an. Orangtua saya lebih banyak mendengarkan pop balad pada zaman itu.
Tetapi, beruntung, saya pada saat menanjak remaja, mereka sangat mentoleransi selera musik saya yang condong ke rock, bahkan saat memutar lagu thrash metal pun, mereka tidak pernah complain.
Bobby Kool: Musik tradisional Bali. Berkembang ke musik Indonesia dan Barat.
Sumber: Kompas Cetak/(ush)

Punk ala Superman Is Dead, daripada mengutuk kegelapan, lebih baik menyalakan lilin


Di kuar tiga album yang dirilis sendiri kisaran 1997 sampai dengan 2002, Angels and the Outsiders menjadi judul album ke-4 superman is dead yang dirilis di bawah label Sony Music Entertainment Indonesia pada bulan Februari 2009. Berita membanggakan tersiar tak lama setelah itu : selain menggelar konser beberapa kota di Amerika serikat mulai bulan juni ini, SID juga diundang sebagai salah satu pengisi acara Vans Warped Tour 2009.

Diundang oleh event organizer Mastra Production dari Philadelphia,tur SID kali ini bertajuk From Bali with Rock. Setelah melihat jadwal Vans Warped Tour cocok dengan jadwal tur mereka, manajer NOFX kent Jamieson (SID pernah menjadi band pembuka NOFX di bali) dalan hal merekomendasikan SID kepada pendiri Vans Warped tour, Kevin Lyman, Pun berbuah manis. mereka didulat bermain di kevin says stage di 11 kota.

dengan ini mereka mencatat sejarah dengan menjadi band Asia pertama yang tampil di tur tersebut walau belum pernah merilis album di amerika. sebelum mereka, terdapat band dari beijing yang tampil di Warped Tour, namun berkat diboyong oleh labelnya yang berasal asal amerika. SID bisa dibilang mendapat kesempatan unjuk gigi murni berkat kerja keras dan kualitas mumpuni mereka.

dalam kata-kata mereka sendiri, tampil di amerika adalah, "A big chapter for us and one of our biggest dreams. sejauh ini kami sangat excited dan ada sedikit perasaan tegang juga." dengan waktu tampil hanya 20 menit, mereka berjanji dan akan menyanyikan repertoar tanpa ampun."hajar sejak awal,tanpa jeda dan pergi pada saat yang tepat," ujar mereka yang juga akan berencana memasang bendera indnesia di panggung. "dengan waktu yang singkat, kami akan coba meninggalkan kesan yang tajam menusuk."

Superman is dead berawal ketika drummer ari astina atau jerinx (jrx) bertemu dengan vokalis/gitaris Budi sartika atau Bobby kool di tahun 1995, dan membentuk band punk. Green Day dan NOFX menjadi Kiblat, kemudian datanglah basis Eka Rock, dan berdirilah Superman's Silvergun (diambil dari lagu Stone temple Pilots), yang kemudian permanen berganti menjadi superman is Dead, gerombolan hingr bingar ini mulai merilis album secara independen di tahun 1997 yait case 15, yang disambung dengan Superman is dead (1998), dan EP Bad bad bad (2002), setahun setelahnya mereka bergabung dengan sony untuk merilis album Kuta Rock city(2003) the Hangover decade(2004) dan Black Market love(2006)

butuh waktu agar nama mereka semakin luas dikenal namun mulai tahun 2003,nama SID mulai mencorong di tanah air. setelah menjadi band pembuka konser Hoobastank di Bali (2002), mereka mulai didapuk untuk berbagai pensi SMA di Jakarta hingga hingga dilirik media nasional. setahun setelahnya mereka memenangi penghargaan MTV awards dan AMI awards untuk kategor the best New Artist. di bulan oktober 2007, mereka mendapat kesempatan berharga menjalani tur di australia, menyambangi delapan kota dan menggelar 16 konser dalam waktu 33 hari, berbagi panggung dengan international Noise Conspiracy, NOFX, MXPX sampai Hoobastank.

SID terkenal dengan gaya dandanannya yang terencana dan serius. Namun di atas itu semua, SID memiliki pemikiran yang tak kalah serius dan tertuang dalam lagu-lagu mereka. Tak sekedar bergaya rockabily dan beringas dalam musik, SID memiliki kedalaman isi yang diutarakan dengan Fasih. Ekspresi dan Pkuralisme, diskriminasi, budaya kekerasan, kemerdekaan berpendapat, hingga isu lingkungan terang dalam lirik lagu yang cerdas, Kritis, tanpa mengurangi nilai musikalitas yang mereka junjung.

ketika disinggung perihal ini, mereka menjawab panjang lebar, "kami percaya sebuah isu akan bisa menjadi sedikit teratasi dan mulai menemukan solusi saat kita mulai terbiasa membicarakannya. contohnya, isu HIV dan global warming. mungkin suatu saat, hal yang sama akan terjadi dalam isu kesetaraan, atau SARA yang mudah-mudahan nantinya bisa memberi impact positif dalam kehidupan di indonesia yang multikultural. banyak musisi lain melihat apa yang kami lakukan ini tidak efektif. buat apa musisi bicara tentang kesetaraan dan perdamaian. And you know what? we don't give a flying fuck about what you think of us. we're rebels and we like to take some risk. kami tidak mengkalim diri kami lebih baik dari orang lain, tapi SID mencintai indonesia dan ingin melakukan sesuatu yang positif untuk pemikiran generasi muda. bagi SID, rasa ketidakpedulian tidak akan membawa kita kemana-mana. menjadi peduli adalah tindakan yang bernyali, karena kami punya musik, maka musiklah yang kami pakai sebagai senjata, kami nyaman dengan apa yang kami lakukan dan ada di posisi ini: sebuah band minortas dengan fanbase kuat yang tidak takut dengan dirinya dan selalu berpesta keras untuk bhinneka tunggal ika. Does thas sound familiar in indonesia? hell no."

seperti di album angel and the outsiders, SID mencatat lirik yang singkat namun menohok : "satu nusa/satu bangsa/satu nusa/saling mangsa" (luka indonesia). menurut SID, mereka ingin menonjolkan eneergi positivity, kerja keras dan semangat bhinneka tunggal ika dalam album yang mereka nilai memiliki sampul album terbaik sejak London Calling milik the clash. selain itu, mereka menyebut bahwa album ini adalah "A mind Opener untuk generasi yang meenganggap punk rock identik dengan permainan cepat penuh distorsi. kami suka bahwa SID tidak harus selalu bermain up-tempo untuk tetap menyalakan api pemberontakan."

berdiri selama lebih dari 10 tahun dengan personel yang sama adalah sebuah prestasi untuk band manapun. memasuki usianya yang ke 14, SID tetap gagah dan memegang teguh etika 'in your face' yang menjadi fondasi band punk rock. "kami merasa it's just the begining of SID. kami terlahir kembali dengan Angels and the Outsiders, dan kami masih terus belajar bagaimana cara menundukan indutri musik indonesia, belajar bagaimana menerjemahkan isi kepala dan hati kita dengan lebih utuh tanpa bias, agar pendengar juga bisa menerjemahkannya dengan benar," ujar mereka.ketika ditanya soal tantangan dalam hal mempertahankan keutuhan band keutuhan band, jawaban mereka jujur sekaligus mencerminkan kondisi musik indonesia yang sering ironis. "tantangan terbesar justru datang dari industri musik indonesia, dimana kami kadang dihadapkan dengan sebuah tembok besar bernama diskriminasi. hal-hal seperti itu yang kadang mebuat kita drop, namun kadang juga memberi motivasi untuk lebih keras lagi menampar wajah industri musik indonesia, dengan prestasi dan hal-hal positif tentunya"

sikap sadar diri sebagai minoritas dalam musik indonesia yang kini semakin homogen bukan berarti lantas mereka kehilangan gigi.penggemaar yang tetap setia dan berkembang dilihat sebagai refleksi SID terhadap masyarakat arus utama. dalam kata-kata mereka sendiri , "walaupun kami minoritas, kami makin kuat dan tidak pernah sendiri." dengan cita-cita tulus menjadi band yang membuat orang tua dan pacar anda resah , SID akan tetap merangsek maju beramunisi notasi, cinta dan kepedulian yang tak pernah habis.

Anak Punk: Apa Salah Kami!






Kami hidup di alam kami. Kami tidak pernah mengganggu kalian, dan kami juga hidup tidak meminta bantuan kalian, kami makan dengan cara kami, lalu mengapa kalian memusuhi dan selalu menghina kami. Seolah-olah, kami anjing kurap yang harus dibasmi!
Anak punk, punky group, anak gaul, anak nge-punk atau sejenisnya. Siapa yang tidak mengenal mereka. Sekelompok anak muda dengan tampilan yang berbeda. Rambut bergarna, anting-anting yang nyaris menghiasi seluruh tubuh, seperti lidah, bibir hingga hidung, tampil eksentrik dengan penuh percaya diri, tidak peduli kehadiran mereka yang “aneh” itu terkadang dibenci oleh masyarakat disekitarnya.
Anak punk, merupakan sebuah indentitas anak-anak muda yang ingin diperhatikan, ingin diakui dan mendapat “tempat” dihati masyarakat.
Namun sayang, rasa ingin diperhatikan ini justru dipandang lain oleh sebagian kita yang katanya memiliki toleransi dan saling menghargai.
Mari kita lihat kehidupan mereka, tidur tak ber-alaskan langit, dan singgah dimanapun tempat yang dapat disinggahi untuk dapat berteduh dari teriknya matahari, derasnya air hujan dan tidak sedikit mereka mencari tempat untuk berlindung dari kejaran masyarakat.
Tapi mereka tetap bertahan dengan kemampuan mereka. Di Aceh, saya sempat melihat bagaimana mereka mengamen untuk mencari sesuap nasi agar terhindar dari tindakan kriminal.
“Dari pada dicuri, lalu ditangkap polisi, mending kami ngamen walau terkadang orang berlari melihat kami,” kata salah seorang anak punk, saat saya tanyakan perihal aktifitas mereka di bulan suci Ramadhan, tahun lalu.
Saya pribadi senang mendengar jawaban tersebut. Saya Bangga, karena mereka juga memiliki harga diri dari pada harus mengemis tidak di jalan-jalan.
Memang, harus diakui, imej anak punk yang selama ini tersemat sebagai anak berandal, beringas, kotor, penjahat jalanan hingga anak-anak buangan masih susah terkikis dari OTAK masyarakat kita.
Walau ada pemberitaan tentang pembunuhan, pencurian dan kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak punk, sebenarnya, apa yang mereka lakukan sangatlah kecil persentasenya bila dibandingkan kejahatan yang dilakukan oleh masyarakat umum.
Justru, pelaku pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, lebih banyak dilakukan oleh manusia-manusia yang katanya lebih baik dari anak-anak punk.
Mau bukti, coba cek pemberitaan di media massa, setiap harinya ada pembunuhan, pemerkosaan, pencuriaan hingga kejahatan sadis lainnya. Tapi, dari semua pemberitaan itu, berapa persenkah kejahatan-kejahatan itu dilakukan oleh anak-anak punk?
Masyarakat kita sudah SOK SUCI dengan mengatakan anak-anak punk adalah sampah masyarakat.
Bahkan tidak sedikit, masyarakat kita berkata : “Tolong bersihkan kota ini dari anak-anak berandal seperti anak punk. Kehadiran mereka merusak kenyamanan dan menggangu pemandangan!”.
Pernyataan diatas, bahkan, tidak sedikit keluar dari mulut para intelektual, manusia bertitel ustad atau ketua agama lainnya, bahkan oleh pejabat-pejabat negeri ini. Mereka seolah sudah berasa paling bersih dibanding anak-anak punk.
Di Aceh, kekesalan saya semakin bertambah saat seorang teman berkata : “Kehadiran anak-anak punk adalah perusak Aceh dan dibayar untuk merusak syariat Islam di Aceh”.
Sebuah pernyataan yang sangat memalukan dan menyakitkan.
Sekarang, mari kita tanya hati kita, sejauh mana mereka mengganggu kita? sejauh mana mereka menyusahkan kita? justru kitalah biang perusak kehidupan mereka.
Anak-anak punk, merupakan sebuah sikap atas anak-anak muda yang menginginkan pengakuan terhadap status mereka. Mereka hadir sebagai anak punk pun bukanlah lahir atas sendirinya. Tapi mereka hadir dan lahir atas sikap masyarakat kita, atas sikap keluarga yang bersikap zalim terhadap kehidupan mereka, sehingga mereka mencari “peralihan” cara agar mereka bisa bertahan hidup.
Lingkungan telah merubah mereka. Kehajatan rumah tangga (KDRT), ketidakadilan dalam kehidupan masyarakat dan kezaliman lainnya yang mereka lihat dan mereka rasakan langsung. DAN PAHAMKAH KITA AKAN INI!
Di Aceh, bahkan, anak-anak punk pun ditangkap dan digunduli. Mereka di bina oleh kepolisian.
Partanyaan saya, mengapa mereka ditangkap, mengapa mereka digunduli? apa salah mereka? Karena, tidak sedikit dari mereka juga menjalankan shalat lima waktu, menjalankan puasa ramadhan, dan pastinya, ANAK PUNK TIDAK PERNAH KORUPSI!
Mereka ditangkap karena alasan masyarakat tidak nyaman atas kehadiran mereka.
Mengapa bukan kita, masyarakat, yang membina mereka dengan berbagai kegiatan. Membina mereka dengan aktifitas yang lebih bermanfaat. Bukan harus ditangkap dan digunduli. Seolah-olah mereka adalah penjahat yang harus dihabisi.
Bisa jadi, kita, masyarakat yang menuduh mereka anak-anak “rusak” justru lebih rusak dari anak-anak punk itu sendiri. Bahkan, para penangkap anak-anak punk itu, belum tentu mereka melaksanakan shalat lima waktu. Dan belum tentu tidak melakukan korupsi di kantornya.
Mari tanyakan hati kita!

Sejarah Punk: Jangan Ngaku Anak Punk Sebelum Baca Tulisan Ini!




Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.
Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.
Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.
Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.
Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.
Gaya hidup dan Ideologi
Psikolog brilian asal Rusia, Pavel Semenov, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni).
Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).
Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.
Akibatnya punk dicap sebagai musik rock n’ roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.
Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata "ideas" dan "logos" yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek "jor-joran" yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.
Punk dan Anarkisme
Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam di tahun 1980-an turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (1980-1984), seperti Crass, Conflict, dan Discharge dari Inggris, The Ex dan BGK dari Belanda, MDC dan Dead Kennedys dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak (rebellious thinkers) daripada sekadar pemuja rock n’ roll. Ideologi anarkisme yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (1972-1978), antara lain Sex Pistols dan The Clash, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.
Di Indonesia, istilah anarki, anarkis atau anarkisme digunakan oleh media massa untuk menyatakan suatu tindakan perusakan, perkelahian atau kekerasan massal. Padahal menurut para pencetusnya, yaitu William Godwin, Pierre-Joseph Proudhon, dan Mikhail Bakunin, anarkisme adalah sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara, dengan asumsi bahwa negara adalah sebuah bentuk kediktatoran legal yang harus diakhiri.
Negara menetapkan pemberlakuan hukum dan peraturan yang sering kali bersifat pemaksaan, sehingga membatasi warga negara untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Kaum anarkis berkeyakinan bila dominasi negara atas rakyat terhapuskan, hak untuk memanfaatkan kekayaan alam dan sumber daya manusia akan berkembang dengan sendirinya. Rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan negara.
Kaum punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata. Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun perusahaan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka. Punk etika semacam inilah yang lazim disebut DIY (do it yourself/lakukan sendiri).
Keterlibatan kaum punk dalam ideologi anarkisme ini akhirnya memberikan warna baru dalam ideologi anarkisme itu sendiri, karena punk memiliki ke-khasan tersendiri dalam gerakannya. Gerakan punk yang mengusung anarkisme sebagai ideologi lazim disebut dengan gerakan Anarko-punk.
Komunitas yang satu ini memang sangat berbeda sendiri dibandingkan dengan komunitas pada umumnya. Banyak orang yang menilai bahwa komunitas yang satu ini termasuk salah satu komuitas yang urakan, berandalan dan sebagainya. Namun jika dicermati lebih dalam banyak sekali yang menarik yang dapat Anda lihat di komunitas ini. Punk sendiri terbagi menjadi beberapa komunitas-komunitas yang memiliki ciri khas tersendiri, terkadang antara komunitas yang satu dengan komunitas yang lain juga sering terlibat masalah. Walaupun begitu mungkin beberapa komunitas Punk di bawah ini dapat mempengaruhi kehidupan Anda sehari-hari.
Punk Community
Anarcho Punk
Komunitas Punk yang satu ini memang termasuk salah satu komunitas yang sangat keras. Bisa dibilang mereka sangat menutup diri dengan orang-orang lainnya, kekerasan nampaknya memang sudah menjadi bagiandari kehidupan mereka. Tidak jarang mereka juga terlibat bentrokan dengan sesama komunitas Punk yang lainnya.
Anarcho Punk juga sangat idealis dengan ideologi yang mereka anut. Ideologi yang mereka anut diantaranya, Anti Authoritarianism dan Anti Capitalist.Crass, Conflict, Flux Of Pink Indians merupakan sebagian band yang berasal dari Anarcho Punk.
Crust Punk
Jika Anda berpikir bahwa Anarcho Punk merupakan komunitas Punk yang sangat brutal, maka Anda harus menyimak yang satu ini. Crust Punk sendiri sudah diklaim oleh para komunitas Punk yang lainnya sebagai komunitas Punk yang paling brutal. Para penganut dari faham ini biasa disebut dengan Crusties. Para Crusties tersebut sering melakukan berbagai macam pemberontakan dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Musik yang mereka mainkan merupakan penggabungan dari musik Anarcho Punk dengan Heavy Metal. Para Crusties tersebut merupakan orang-orang yang anti sosial, mereka hanya mau bersosialisasi dengan sesama Crusties saja.
Glam Punk
Para anggota dari komunitas ini merupakan para seniman. Apa yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari sering mereka tuangkan sendiri dalam berbagai macam karya seni. Mereka benar-benar sangat menjauhi perselisihan dengan sesama komunitas atau pun dengan orang-orang lainnya.
Hard Core Punk
Hard Core Punk mulai berkembang pada tahun 1980an di Amerika Serikat bagian utara. Musik dengan nuansa Punk Rock dengan beat-beat yang cepat menjadi musik wajib mereka. Jiwa pemberontakan juga sangat kental dalam kehidupan mereka sehari-hari, terkadang sesama anggota pun mereka sering bermasalah.
Nazi Punk
Dari sekian banyaknya komunitas Punk, mungkin Nazi Punk ini merupakan sebuah komunitas yang benar-benar masih murni. Faham Nazi benar-benar kental mengalir di jiwa para anggotanya. Nazi Punk ini sendiri mulai  berkembang di Inggris pada tahun 1970an akhir dan dengan sangat cepat menyebar ke Amerika Serikat. Untuk musiknya sendiri, mereka menamakannya Rock Against Communism dan Hate Core.
The Oi
The Oi atau Street Punk ini biasanya terdiri dari para Hooligan yang sering membuat keonaran dimana-mana, terlebih lagi di setiap pertandingan sepak bola. Para anggotanya sendiri biasa disebut dengan nama  Skinheads. Para Skinheads ini sendiri menganut prinsip kerja keras itu wajib, jadi walaupun sering membuat  kerusuhan mereka juga masih memikirkan kelangsungan hidup mereka. Untuk urusan bermusik, para Skinheads ini lebih berani mengekspresikan musiknya tersebut dibandingakan dengan komunitas-komunitas Punk yang lainnya. Para Skinheads ini sendiri sering bermasalah dengan Anarcho Punk dan Crust Punk.
Queer Core
Komunitas Punk yang satu ini memang sangat aneh, anggotanya sendiri terdiri dari orang-orang “sakit”, yaitu para lesbian, homoseksual, biseksual dan para transexual. Walaupun terdiri dari orang-orang “sakit”, namun komunitas ini bisa menjadi bahaya jika ada yang berani mengganggu mereka. Dalam kehidupan, anggota dari komunitas ini jauh lebih tertutup dibandingkan dengan komunitas-komunitas Punk yang lainnya. Queer Core ini sendiri merupakan hasil perpecahan dari Hard Core Punk pada tahun 1985.
Riot Grrrl
Riot Grrrl ini mulai terbentuk pada tahun 1991, anggotanya ialah para wanita yang keluar dari Hard Core Punk. Anggota ini sendiri juga tidak mau bergaul selain dengan wanita. Biasanya para anggotanya sendiri berasal dari Seattle, Olympia dan Washington DC.
Scum Punk
Jika Anda tertarik dengan Punk, mungkin ini salah satu komunitas yang layak untuk diikuti. Scum Punk menamakan anggotanya dengan sebutan Straight Edge Scene. Mereka benar-benar mengutamakan kenyamanan, kebersihan, kebaikan moral dan kesehatan. Banyak anggota dari Scum Punk yang sama sekali tidak mengkonsumsi zat-zat yang dapat merusak tubuh mereka sendiri.
The Skate Punk
Skate Punk memang masih erat hubungannya dengan Hard Core Punk dalam bermusik. Komunitas ini berkembang pesat di daerah Venice Beach California. Para anggota komunitas ini biasanya sangat mencintai skate board dan surfing.
Ska Punk
Ska Pun merupakan sebuah penggabungan yang sangat menarik antara Punk dengan musik asal Jamaica yang biasa disebut reggae. Mereka juga memiliki jenis tarian tersendiri yang biasa mereka sebut dengan Skanking atau Pogo, tarian enerjik ini sangat sesuai dengan musik dari Ska Punk yang memilikibeat-beat yang sangat cepat.
Punk Fashion
Para Punkers biasanya memiliki cara berpakaian yang sangat menarik, bahkan tidak sedikit masyarakat yang bukan Punkers meniru dandanan mereka ini. Terkadang gaya para Punkers ini juga digabungkan dengan gaya berbusana saat ini yang akhirnya malah merusak citra dari para Punkers itu sendiri. Untuk pakaiannya sendiri, jaket kulit dan celana kulit menjadi salah satu andalan mereka, namun ada juga Punkers yang menggunakan celana jeans yang sangat ketat dan dipadukan dengan kaos-kaos yang bertuliskan nama-nama band mereka atau kritikan terhadap pemerintah. Untuk rambut biasanya gaya spike atau mohawk menjadi andalan mereka. Untuk gaya rambut ini banyak orangorang biasa yang mengikutinya karena memang sangat menarik, namun terkadang malah menimbulkan kesan tanggung. Body piercing, rantai dan gelang spike menjadi salah satu yang wajib mereka kenakan. Untuk sepatu, selain boots tinggi, para Punkers juga biasa menggunakan sneakers namun hanya sneakers dari Converse yang mereka kenakan.
Gaya para punkers tersebut nampaknya semakin marak dikenakan akhir-akhir ini, jika begitu mungkin Anda setuju dengan ungkapan PUNK NOT DEAD.!!

Pengamen: Kami Bukan Preman

DHONI SETIAWAN Forum Solidaritas Pengamen Jalanan menggelar aksi jalan kaki dari Bunderan Hotel Indonesia menuju Kantor Gubernur DKI Jakarta, Kamis (24/6/2010). Aksi ini untuk menyikapi sikap Satpol PP yang kerap salah tangkap saat menggelar operasi preman.
JAKARTA, KOMPAS.com — Sekitar 80 pengamen dari berbagai wilayah di Jakarta menggelar aksi long march dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Balaikota, Kamis (24/6/2010). Aksi yang diwadahi oleh Forum Solidaritas Pengamen Jalanan ini mengeluhkan tindakan yang dilakukan oleh aparat Satpol PP DKI yang akhir-akhir ini kerap menggelar operasi preman. Dalam operasi itu para pengamen kerap terjaring, padahal mereka menyatakan diri bukan preman.
Gitar, seruling, dan tifa serta berbagai nada sindiran yang tertuang dalam poster mereka usung dalam aksi kali ini. Mereka juga menggelar aksi teatrikal. Aksi mereka tidak mengganggu arus lalu lintas di Jalan MH Thamrin.
Menurut salah seorang peserta aksi, Ceko (49), aksi ini untuk menyikapi aksi Satpol PP yang menurut mereka asal tangkap dalam operasi preman yang gencar dilakukan dalam minggu-minggu ini. "Kami ini orang benar. Kami memang pengangguran, tapi berkreasi. Jangan asal tangkap. Kalo perlu jangan pakai seragam, selidiki dulu baru ditangkap," ungkapnya.
Ceko mengungkapkan, ia bersama teman-temannya malah bekerja sama dengan Polsek Setiabudi untuk menangkap para orator bus kota yang sering bertindak intimidatif terhadap para penumpang. "Delapan belas orang dapat kita sikat di kolong Karet, Sudirman," ungkap Ceko.
Rombongan para pengamen ini berharap dapat menyampaikan aspirasinya langsung kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. "Harapan kami tidak muluk-muluk. Kami hanya pengin mereka tahu, kami pentas, kami seniman, seniman yang manggung di roda bus yang berjalan. Kami hanya pengin cari makan, itu saja," kata Ceko yang sudah dianggap oleh pengamen lainnya sebagai sesepuhnya para pengamen jalanan.

Punkers Demo Satpol PP



KEDIRI, KOMPAS.com- Sedikitnya 50 orang anak punk atau punkers mendatangi kantor Balai Kota Kediri, Rabu (4/8/2010). Mereka berunjukrasa memprotes penertiban yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja yang dinilai arogan dan melecehkan anak punk perempuan.
Massa yang mengatasnamakan diri Street Punk Kediri ini menuju Balai Kota dengan berjalan kaki. Mereka langsung menggelar aksi layaknya pengunjukrasa, yakni dengan berorasi dan menyanyikan lagu-lagu tentang kebebasan yang syairnya mereka ciptakan sendiri.
"Kami bukan binatang. Satpol PP tunjukkan dirimu. Kami juga bukan kriminal. Kalian tidak berhak bertindak arogan," kata Refi Pandega, Kkoordinator Anak Punk. Pengunjukrasa berteriak-teriak memaki Satpol PP yang menurut mereka sudah bertindak kelewat batas.
Refi mengatakan, beberapa hari lalu sekitar tujuh anak punk, salah satunya perempuan, ditangkap petugas Satpol PP. Mereka diciduk di perempatan jalan saat sedang mengamen. Para punkers ini lantas dibawa ke kantor Satpol PP untuk didata.
Enam anggota punk laki-laki diminta menanggalkan pakaian dan aksesoris yang berlebihan, sehingga tinggal celana dan kaos yang melekat di badan. Rambut mereka juga dipotong dengan alasan supaya lebih rapi. Setelah itu punkers kembali dilepas dan diminta kembali ke rumah masing-masing.
Karena perlakuan itulah, punkers marah. Mereka tidak terima dan menuntut Satpol PP dibubarkan karena petugas juga telah merampas gitar dan peralatan mengamen anak punk yang dipakai untuk mencari nafkah sehari-hari.
Unjukrasa punkers itu tidak mendapat respon dari pemerintah. Tidak ada satu pejabat pun yang keluar dan menemui mereka. Pengunjukrasa sempat hendak menerobos pagar pintu Balai Kota namun tidak memiliki cukup keberanian setelah dihadang oleh puluhan anggota Satpol PP.
Kepala Satpol PP Ivantoro mengaku tidak gentar menghadapi punkers. Ia beralasan telah bertindak sesuai prosedur. Apalagi pihaknya sudah mendapat banyak laporan mengenai ulah punkers yang meresahkan masyarakat Kota Kediri, terutama pelajar yang sering mendapat gangguan. Ditambah lagi kekhawatiran para orangtua, para punk akan mempengaruhi anak-anak mereka.
Ivan mengatakan, dari hasil penertiban yang dilakukan oleh anggotanya, para punkers di Kediri rata-rata berasal dari luar kota seperti Nganjuk, Blitar, bahkan Sidoarjo. "Yang paling menyedihkan, kami dapat laporan, mereka kini bermarkas di belakang Stadion Brawijaya. Masyarakat mengatakan tempat itu digunakan untuk berbuat mesum," ujarnya.
Wakil Kepala Polresta Kediri Kompol Kuwadi mengatakan, sebelum Satpol PP turun ke jalan, pihaknya sudah mendata punkers dan menertibkannya. Totalnya ada 40 punk yang berkeliaran di jalan-jalan utama khususnya di perempatan.
Sejauh ini polisi belum menerima laporan terkait tindak kriminal yang dilakukan oleh punkers, namun laporan dari masyarakat yang mengaku resah dengan kehadiran dan ulah anak-anak punk sudah sangat banyak.

Anak Punk: Kami Enggak Mau "Nyopet"!



Ilustrasi: Potongan rambut ala mohawk

JAKARTA, KOMPAS.com — Punk merupakan pergerakan anak-anak muda kelas pekerja di London, Inggris, tahun 1980-an. Mereka menuntut ketidakadilan yang terjadi pada bidang sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi saat itu.
Dengan mengusung semangat we can do it ourselves, para anak punk ini memilih hidup mandiri, bahkan tak jarang yang akhirnya memutuskan keluar rumah dan hidup di jalan.
Lalu, bagaimana cara mereka bertahan hidup? Survival ala anak punk, komitmen hidup mandiri tanpa bantuan siapa pun, termasuk orangtua, membuat anak-anak punk ini harus memutar otak mencari pendapatan bagi dirinya sendiri. Meski sering kali hidup di jalanan, mereka pantang melakukan tindak kriminal, seperti mencuri atau malak.
"Ha-ha-ha-ha-ha... banyak hal yang bisa dilakukan, Mbak. Yang penting kami enggak nyolong duit negara," canda Geboy (29), pencinta punk yang juga anggota band reggae Djenks' ini.
Menurut pria yang berpendapat punk bukan sekadar musik ini, setiap anak punk punya cara masing-masing untuk bertahan.
"Sebagian memang ada yang hidup di jalan, tapi sebagian punk ada yang punya usaha lain, seperti workshop sablon, distro, dan band," ujarnya, Selasa (28/9/2010) di Jakarta.
Pernyataan itu juga senada dengan apa yang diutarakan Dona (25). "Enggak. Kami enggak mau nyopet atau kriminal lain karena itu sama aja bikin nama punk makin jelek lagi. Kami cari duit sendiri," ujar perempuan yang hidup di rumah kontrakan bersama tiga temannya sesama anggota komunitas punk Melody Street Punk ini.
Dona mengatakan, cara anak-anak punk di komunitasnya untuk mencari uang adalah dengan menjadi tukang parkir, manggung, ataupun membantu proyek film titipan orang.
"Biasanya duitnya jarang buat sendiri, paling buat rame-rame, biar nanti kalau kumpul, buat uang rokok atau minum, atau ntar kalau ada yang sakit," ungkapnya.
Slogan do it yourself itu, yang kemudian mendarah daging di tiap anak punk, berpengaruh pada cara menyambung hidupnya yang tidak mau terikat, seperti masuk menjadi karyawan.
"Iya, makanya banyak yang bikin usaha sendiri, paling sablon kaos, distro gitu, atau jasa tato," ujar Dona kepada Kompas.com.
Komunitas sebagai rumah
Dona mengatakan, awal masuknya dia ke dalam komunitas punk karena dirinya tengah kabur dari rumah saat kedua orangtuanya berlaku keras bahkan hingga pemukulan.
"Ya, awalnya saya memang kabur dan ketemu temen-temen di sini, dan banyak yang broken home juga, jadi saya ngerasa cocok," ujarnya.
Dona masuk pada tahun 2005. Sebagai satu-satunya anggota aktif di komunitas yang sudah ada dari tahun 1996 ini, Dona merasa menemukan keluarga, termasuk orangtua yang sudah meninggal dunia.
"Di sini justru karena cewek satu-satunya, saya berasa dilindungin. Di sini udah kayak keluarga lah, ikatannya kuat," ungkap Dona.
Geboy yang berasal dari komunitas punk Miracles juga mengaku, kekeluargaan di dalam komunitas sangat erat dan lebih nyaman bertukar informasi tentang dunia punk.
Terkait pola perekrutan untuk masuk ke dalam komunitas, baik Dona maupun Geboy, meyakinkan bahwa tidak ada aturan atau prasyarat apa pun untuk masuk ke dalam komunitasnya, ospek pun juga tidak ada.
"Dulu sempat ada ospek, tapi anak-anak justru protes pada enggak setuju cara itu, jadi sekarang enggak ada. Kalau mau masuk, ya tinggal datang, kami sih terbuka aja," ujarnya.
Persyaratan, lanjut Dona, justru akan bertabrakan dengan semangat kebebasan yang ada di dalam punk. "Mereka ke sini cari kebebasan, tapi pas masuk ke dalam malah diatur-atur, kan aneh," ucap Dona.
Memang, selama didirikan, kata Dona, anggota di komunitas Melody Street Punk memang silih berganti, keluar dan masuk.
"Jenuh itu pasti ada, jadi banyak di antara mereka yang akhirnya enggak sanggup dan milih kerja kantoran," ucap Dona.
Sementara Geboy, yang sudah menerjuni dunia punk dari bangku SMP ini, mengatakan,  orang keluar masuk komunitas punk itu hal yang wajar.
"Ada pula yang menganggap ini (punk) hanya sebuah kenakalan remaja aja. Rasa jenuh pasti ada, tapi karena gue sudah jatuh cinta denga pemikiran ini gue enggak bisa lari walaupun jenuh sekalipun. Punk buat gue ada di hati," ujar Geboy.